SEKOLAH MINGGU, 5 MEI 2026
19.39.001. Salam pembuka.
2. Pujian “Dari Terbit Matahari.”
3. Doa Pembukaan.
4. Pujian “Aku Jalan Kebenaran”
5. Pembacaan Hukum Kasih.
Matius 22:37-39
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
6. Pujian “Di Dalam Dunia Ada Dua Jalan.”
7. Kesaksian (contoh kesaksian)
7. Pujian Persembahan “Aku diberkati.”
8. Menyambut firman Tuhan Yesus kupanggil
7. Pelayanan Firman.
---------
Anak-anak yang terkasih, dalam bacaan kali ini kita belajar tentang bagaimana cara hidup yang berkenan kepada Tuhan, bahkan ketika kita menghadapi kesulitan.
— 1 Petrus 3:15
"Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat."
Penjelasan ayat inti untuk anak:
"Jadikanlah Tuhan Yesus sebagai Raja di dalam hatimu, dan kalau ada yang bertanya mengapa kamu percaya kepada-Nya, jawablah dengan cara yang sopan, baik hati, dan penuh rasa hormat."
Ada poin-poin penting yang bisa kita pelajari:
1. Berbuat baik dan berani hidup benar
Kita diajak untuk rajin berbuat baik kepada siapa saja. Kalau kita hidup jujur, menolong teman, dan berbuat baik, sesungguhnya tidak ada yang perlu kita takuti. Kalau pun kita mendapat kesulitan atau diejek hanya karena kita mau hidup menurut kehendak Tuhan, ingatlah bahwa kita tetap berbahagia di mata Tuhan. Kita harus percaya dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai pemimpin di dalam hati kita.
2. Menjawab dengan baik dan sopan
Kalau ada orang yang bertanya tentang iman kita atau mengapa kita percaya kepada Tuhan, jawablah dengan hati yang lemah lembut, sopan, dan jujur. Jangan marah-marah atau memaksa orang lain, tapi tunjukkan bahwa iman kita membuat kita menjadi orang yang baik.
3. Contoh dari Tuhan Yesus
Tuhan Yesus adalah teladan terbaik. Ia orang yang paling benar, tapi Ia rela menderita dan mati untuk menebus dosa kita, supaya kita bisa berhubungan baik kembali dengan Allah. Ia bangkit dari kematian dan sekarang berkuasa atas segalanya.
4. Kisah Nuh sebagai gambaran keselamatan
Di sini disebutkan kisah Nuh. Pada zaman dahulu, banyak orang yang tidak mau mendengar dan menaati Tuhan. Meskipun Tuhan menunggu dengan sabar selama bertahun-tahun saat Nuh membangun bahtera, mereka tetap tidak bertobat. Akhirnya, hanya 8 orang saja, yaitu keluarga Nuh, yang diselamatkan masuk ke dalam bahtera itu.
Nah, bahtera yang menyelamatkan Nuh dan keluarganya itu menjadi gambaran atau kiasan tentang keselamatan yang kita terima sekarang. Dulu mereka diselamatkan dengan masuk ke dalam bahtera, sekarang kita diselamatkan karena percaya kepada Tuhan Yesus dan melalui baptisan. Baptisan itu bukan sekadar mandi atau membersihkan badan, tapi tanda bahwa hati kita sudah dibersihkan, kita berjanji hidup benar, dan kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan yang sudah bangkit dari kematian.
Cerita Nabi Nuh
- Bagaimana Nuh taat membangun bahtera meskipun orang lain mengejeknya.
- Bagaimana Tuhan menyelamatkan mereka yang percaya dan taat.
- Bahwa bahtera itu menjadi jalan keselamatan satu-satunya, sama seperti Tuhan Yesus yang menjadi satu-satunya jalan keselamatan bagi kita sekarang.
Ringkasan kisah yang bisa diceritakan:
"Pada zaman Nuh, orang-orang hidupnya jahat dan tidak mau mendengar suara Tuhan. Hanya Nuh yang hidup benar dan takut akan Tuhan. Lalu Tuhan menyuruh Nuh membangun bahtera yang besar untuk persiapan air bah. Selama bertahun-tahun Nuh membangunnya, ia juga mengingatkan orang-orang untuk bertobat, tapi tidak ada yang mau mendengar. Ketika bahtera selesai, hanya Nuh, istrinya, ketiga anaknya dan istri-istri mereka (total 8 orang) serta hewan-hewan yang masuk ke dalamnya. Lalu turunlah hujan deras dan air bah menutupi seluruh bumi. Hanya mereka yang ada di dalam bahtera itu yang selamat. Setelah air surut, mereka keluar dan memulai kehidupan baru. Bahtera itu menyelamatkan mereka dari kematian, sama seperti iman kita kepada Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita sekarang."
Aktivitas 1 : Mewarnai & Membandingkan
Tujuan: Memahami hubungan antara kisah Nuh dan keselamatan kita sekarang.
Alat:
- Gambar bahtera Nuh
- Gambar salib atau gambar keluarga yang beribadah
- Alat mewarnai
Cara melakukan:
1. Bagikan gambar-gambar tersebut.
2. Minta anak-anak mewarnainya.
3. Setelah selesai, tanyakan:- "Apa fungsi bahtera Nuh?" (Jawaban: Tempat perlindungan, tempat keselamatan).
- "Apa yang menjadi 'bahtera' atau perlindungan kita sekarang?" (Jawaban: Iman kepada Tuhan Yesus).
4. Jelaskan bahwa dulu mereka selamat karena masuk ke dalam bahtera, sekarang kita selamat karena percaya dan hidup bersama Tuhan Yesus.
Aktivitas 2: Permainan "Menjawab dengan Lemah Lembut"
Tujuan: Melatih anak-anak menjawab dengan sopan dan baik hati.
Cara bermain:
1. Buatlah situasi permainan:- Misalnya, ada yang bertanya: "Kenapa kamu rajin ke gereja?" atau "Kenapa kamu mau menolong orang lain padahal tidak dibayar?"
2. Mintalah anak-anak menjawab pertanyaan itu dengan suara yang lembut, kata-kata yang sopan, dan senyum.
3. Beri pujian kepada mereka yang bisa menjawab dengan baik.
4. Ingatkan: "Inilah yang Tuhan ajarkan, kalau kita bercerita tentang iman kita, lakukanlah dengan cara yang menyenangkan hati orang lain."
---------
Lagu penutup "Tuhan Yesus menginginkan daku"
Doa penutup
Doa bapak kami
Bapa Trimakasih
0 komentar