Sekolah Minggu, 8 Maret 2026
02.00.005. Kesaksian
6. Persembahan (aku diberkati)
8. Firman Tuhan
DIKENAL DAN DIKASIHI
YOHANES 4:5-42
NILAI KRISTIANI
Anak dapat menunjukkan nilai keramahtamahan dalam kehidupan mereka sehari-hari kepada
semua orang
KARAKTER/TOKOH/PENEKANAN
Yesus dan Perempuan Samaria
AYAT INDAH
“… tetapi siapa yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk
selama-lamanya.” (ayat 14a)
URAIAN PELAJARAN
1. Cerita ini bermula dari perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan Samaria di sumur Yakub.
Menurut kacamata budaya pada saat itu, perjumpaan ini bukanlah sesuatu yang lazim: lakilaki tidak berbicara dengan perempuan asing; terlebih lagi permusuhan historis dan religius
di antara kedua etnis menyebabkan orang Yahudi akan menghindari orang Samaria.
2. Ketidaklaziman itu juga ditunjukkan dengan kedatangan perempuan Samaria ke sumur pada
tengah hari. Biasanya perempuan-perempuan lain menimba air pada pagi atau sore hari. Hal
ini menunjukkan kemungkinan bahwa ia dijauhi oleh masyarakat di sekitarnya karena latar
belakang kehidupan pribadinya, sehingga ia memilih waktu di mana tidak ada orang lain.
3. Yesus memulai percakapan dengan permintaan sederhana:”Berilah Aku minum” (ayat 7b).
Namun dengan segera, Yesus mengarahkan percakapan kepada sesuatu yang lebih mendalam –
tentang air hidup. Dengan lembut, Yesus menyingkapkan identitas perempuan Samaria itu
dan menyentuh luka terdalam dalam hidupnya.
4. Meskipun perempuan Samaria itu belum sepenuhnya memahami, ia merasa mendapatkan
penerimaan dengan “dikenal” oleh Yesus. Yesus mengetahui kehidupan pribadinya yang
sudah memiliki lima suami, bahkan saat ini sedang tinggal dengan laki-laki lain yang bukan
suaminya. Sekalipun demikian, Yesus tidak menghakimi malahan menawarkan hidup baru.
5. Perempuan Samaria ini mengalami kasih yang membebaskan. Kasih yang tidak hanya
mengenalinya secara utuh, tetapi juga menerimanya tanpa syarat. Kasih inilah yang mengubahnya
dari seseorang yang menyembunyikan diri dari komunitas menjadi pewarta kabar baik. Ia kembali
ke kampungnya dan mempersaksikan identitas Yesus: “Mari, lihatlah orang yang mengatakan
kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia itu Mesias?” (ayat 29).
Judul cerita : Yesus Mengenalku
Halaman 1
Pada suatu hari, Yesus berjalan jauh sekali. Ia Lelah dan haus. Ia duduk di dekat sebuah sumur.
Pertanyaan interaktif: “Pernahkah kalian merasa haus? Apa yang kalian lakukan kalau haus?”
Halaman 2
Lalu datanglah seorang perempuan membawa kendi. Ia ingin mengambil air. Yesus berkata:
“Berikan Aku air minum, ya!”
Pertanyaan interaktif: “Kalau kalian punya air minum, mau nggak berbagi dengan teman?”
Halaman 3
Perempuan itu heran. Katanya: “Kok Yesus mau bicara denganku?”. Yesus tersenyum, “Aku tahu
semua tentang kamu, tetapi aku tetap mengasihimu”.
Pertanyaan interaktif: “Kira-kira bagaimana ya perasaan perempuan itu saat Yesus berkata begitu?”
Halaman 4
Yesus bercerita tentang “air hidup” yang bisa membuat hati selalu bahagia dan tidak haus lagi.
Pertanyaan interaktif: “Apa yang membuat kalian Bahagia? Coba sebut 1 hal!”
Halaman 5
Perempuan itu sangat senang! Ia kembali ke kampungnya dan berkata, “Aku bertemu Yesus, Sang
Mesias! Dia tahu semua tentang diriku dan mengasihi aku!
Pertanyaan interaktif: “Kalau kalian bertemu Yesus, kalian mau bilang apa ya?”
Halaman 6
Yesus mengenal setiap anak. Ia tahu namamu, tahu hatimu, dan Ia sayang kamu!
Pertanyaan interaktif: “Coba katakan: Yesus sayang (nama anak)!”
Kesimpulan Pelajaran
Yesus mengenal setiap anak secara pribadi. Ia tahu nama kita, perasaan kita dan apa yang ada di
dalam hati kita. Meskipun kita mungkin pernah melakukan kesalahan, Yesus tetap mau berbicara
dengan kita dan mengasihi kita. Seperti perempuan Samaria yang mengalami kasih Yesus dan
menjadi penuh sukacita, anak-anak diajak untuk merasakan bahwa Yesus juga mengasihi mereka
tanpa syarat. Kasih-Nya memberikan sukacita yang sejati.
106
0 komentar