SEKOLAH MINGGU, 12 APRIL 2026

19.51.00

 TATA IBADAH

1. Salam pembuka

2. Pujian : “Apakabar Mari Bergembira

3. Bukan Dengan barang fana

4. Doa Pembukaan 

5. Dihapuskan dosaku

6. Kesaksian

7. Persembahan "Aku diberkati"

8. Pujian Firman: “Firman Tuhan Ku Dengar

9. Pelayanan Firman

IT’S OKAY

Yohanes 20:19-31

NILAI KRISTIANI

Anak dapat mengatasi rasa takut dan khawatir

KARAKTER

Pengendalian diri, inisiatif

AYAT INDAH

Yohanes 20:19

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di

suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang

Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata:

“Damai sejahtera bagi kamu!”

URAIAN PELAJARAN

1. Kisah Paskah menceritakan bahwa di pagi hari, setelah Maria Magdalena menjadi saksi

kebangkitan Yesus, ia menceritakan kepada Petrus dan murid yang lain tentang kebangkitan

Tuhan Yesus.

2. Singkat cerita hari sudah malam. Para murid berkumpul disuatu tempat dan mengunci pintu

karena takut kepada orang-orang Yahudi. Padahal mereka sudah tahu kalau Tuhan Yesus bangkit.

Para murid takut kalau kejadian yang menimpa Tuhan Yesus, bisa saja menimpa mereka juga.

3. Tuhan Yesus tahu kalau para murid sedang takut. Oleh karena itu, Tuhan hadir di tengah-tengah

mereka dan mengatakan “Damai sejahtera bagi kamu!”. Tuhan Yesus juga menunjukkan tangan

dan lambung-Nya, sebagai bukti bahwa Ia adalah benar-benar Sang Guru yang telah bangkit.

4. Kehadiran Tuhan Yesus di tengah-tengah para murid yang sedang takut dapat memberikan

kedamaian dan sukacita dalam diri mereka.

5. ASM diajak untuk dapat tidak segan meminta pertolongan pada orang terdekat, berdoa pada

Tuhan, dan mengelola rasa takut, sehingga dapat merasakan damai sejahtera dan sukacita

seperti para murid.


$$$$$$


2. Game: "Bola Panas Rasa Takut"

 

Tujuan: Belajar melepaskan rasa takut dan menerima damai sejahtera.

 

Alat:

 

- Bola kecil atau boneka tangan

- Musik

 

Cara Main:

 

1. Anak-anak duduk melingkar.

2. Saat musik dinyalakan, mereka harus cepat-cepatan memindahkan bola itu ke teman sebelah.

3. Pemandu bilang: "Bola ini ibarat rasa takut dan cemas. Kalau dipegang lama, kita jadi gelisah. Kita harus 'memberikannya' kepada Yesus."

4. Saat musik berhenti, yang pegang bola harus maju ke tengah, lalu melempar bola itu jauh-jauh ke keranjang atau ke luar lingkaran sambil teriak:"YESUS, AMBIL TAKUTKU!"

5. Lalu guru tepuk tangan dan ucapkan: "DAMAI SEJAHTERA!"

 

Pesan: Kita tidak perlu memendam rasa takut sendirian, serahkan saja pada Yesus, maka hati jadi tenang.


$$$$$

5. Eksperimen Kecil: "Air Tenang"

 

Tujuan: Menggambarkan hati yang gelisah vs hati yang damai.

 

Alat:

 

- Gelas bening berisi air

- Bubuk warna atau tanah sedikit

 

Caranya:

 

1. Tunjukkan air yang jernih. Masukkan tanah/warna, lalu aduk kencang-kencang. Air jadi keruh dan berputar."Ini ibarat hati kita kalau sedang takut dan panik. Kacau balau!"

2. Taruh gelas di meja, diamkan sebentar. Ajak anak berdoa atau hening cipta.

3. Lihat! Perlahan tanah mengendap, air jadi jernih kembali."Ini kalau Yesus kasih damai. Hati jadi tenang dan jernih lagi."

-----------‐---------------

10. Pujian Penutup : “Waktu Aku Takut, Berdoalah

Jangan takut pada apapun

11. Doa penutup

Ya Tuhan Yesus yang baik,

Kami datang kepada-Mu hari ini dengan hati yang bersyukur. Terima kasih untuk hari yang indah ini, untuk teman-teman dan guru-guru kami di Sekolah Minggu.

 

Tuhan, kami tahu kadang-kadang ada hal-hal yang membuat kami merasa takut, cemas, atau khawatir. Mungkin saat gelap, atau saat menghadapi ujian, atau saat ada suara keras, atau ketika kami harus mencoba hal baru. Rasa takut itu kadang datang tanpa diundang.

 

Tapi kami percaya, Tuhan Yesus selalu bersama kami. Engkau lebih besar dari rasa takut kami. Engkau adalah pelindung kami, dan Engkau memberikan kami keberanian.

 

Bantu kami, ya Tuhan, untuk selalu mengingat bahwa Engkau menyertai kami setiap saat. Ajari kami untuk menyerahkan segala ketakutan dan kekhawatiran kami kepada-Mu. Berikan kami hati yang berani dan percaya, agar kami bisa menghadapi setiap tantangan dengan damai sejahtera yang berasal dari-Mu.

 

Kami berdoa untuk semua anak di sini, agar kami semua boleh tumbuh menjadi anak-anak yang kuat, berani, dan penuh iman kepada-Mu. Biarkan kasih-Mu memenuhi hati kami dan mengusir jauh setiap ketakutan.

 

Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau selalu mendengarkan doa kami. Amin.

Doa Bapa Kami

12. Bapa Terimakasih

You Might Also Like

0 komentar