Sekolah Minggu, 1 Maret 2026

18.34.00

1. Sukacita Bertemu Yesus

2. Doa pembukaan

3. Yesus kupanggil

3. Digoyang goyang

4. Kasih Yesus Manis dan Indah

5. Kesaksian

6. Persembahan

7. Kubuka alkitab

8. Firman Tuhan


Ayo Bertanya

BERANI BERTANYA!

YOHANES 3:1-17

NILAI KRISTIANI

Anak memiliki keberanian untuk bertanya agar iman mereka semakin kuat

KARAKTER/TOKOH/PENEKANAN

Nikodemus

AYAT INDAH

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang

tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup

yang kekal.” (Yoh. 3:16).


URAIAN PELAJARAN

1. Nikodemus merupakan bagian dari kaum Farisi yaitu pemimpin spiritual Yahudi. Selain itu dia

juga merupakan anggota Sanhedrin (Mahkamah Agama). Dua identitas ini menunjukkan bahwa

dia bukanlah orang biasa dalam hal penguasaan terhadap hukum Taurat dan ketaatannya

dalam beragama. Namun bacaan ini menegaskan – betapapun dia memiliki pemahaman agama

yang luas dan dalam, dia masih haus akan kebenaran yang sejati..

2. Kehausannya akan kebenaran mendorong dia datang kepada Yesus pada malam hari.

Mengapa datang di malam hari? Mungkin dia takut dilihat orang lain, atau ingin berbicara

lebih tenang tanpa gangguan dari orang banyak.

3. Nikodemus memulai percakapannya dengan pengakuan tentang identitas Yesus sebagai guru

yang diutus Allah oleh karena tanda-tanda mukjizat yang dilakukan-Nya.

4. Yesus memahami tujuan kedatangan Nikodemus, sehingga Dia langsung mengarahkan

percakapan pada kegelisahan yang ada dalam hati Nikodemus. Yesus mengajarkan tentang

“keharusan untuk dilahirkan kembali” sebagai jalan masuk kepada Kerajaan Allah.

5. Nikodemus merespon pengajaran Yesus dengan dua pertanyaan kritis tentang bagaimana

seseorang yang sudah tua dilahirkan kembali? dan bagaimana mungkin hal itu terjadi?. Dua

pertanyaan ini menjadi pintu masuk yang semakin membukakan mata hati Nikodemus terhadap

kebenaran sejati yang dinyatakan oleh Yesus. Khususnya yang dinyatakan dalam ayat 16 tentang

tujuan kedatangan Allah yang dimaksudkan untuk menyelamatkan bukan membinasakan.

Melalui pertanyaan ini, Nikodemus mengalami pencerahan dan hidupnya diubahkan.

6. Percakapan Yesus dan Nikodemus menunjukkan bahwa “berani bertanya” menjadi satu tindakan

yang sangat penting untuk dapat memahami kebenaran iman.

7. Di era digital yang penuh dengan banjir informasi. Anak-anak diajak untuk memiliki keberanian

untuk bertanya kepada orang yang dapat dipercaya (orang tua, guru, pendeta, majelis, dsb)

agar tidak tersesat dalam informasi yang salah.

8. Bertanya menjadi salah satu cara untuk bertumbuh dalam iman dan menjadi saksi Kristus.


Aktivitas “Kursi Bertanya”

1. Bahan Yang dibutuhkan

Kursi kecil untuk anak yang bertanya

Keranjang kecil/ lainnya untuk tempat kartu pertanyaan

Kartu pertanyaan sederhana, pertanyaan seperti:

a. Siapa yang menciptakan bunga?

b. Mengapa kita berdoa?

c. Kenapa kita ke gereja?

d. Apakah Yesus marah saat kita nakal?

e. Tambahkan pertanyaan lain sesuai kebutuhan

• Gambar Karakter Yesus sebagai penjawab

2. Langkah-langkah aktivitas

Pembukaan: Guru menyampaikan bahwa hari ini kita akan bermain “Kursi bertanya”.

Anak-anak yang duduk di kursi bertanya, boleh bertanya seperti Nikodemus bertanya

pada Yesus”.

Kocok kartu bertanya yang ada di keranjang.

• Ajak anak-anak secara bergiliran untuk mengambil kartu bertanya, duduk di kursi

bertanya dan mengajukan pertanyaan sesuai yang tertulis dalam kartu (orang tua atau

pendamping dapat membantu membacakan pertanyaannya dan anak menirukan)

• GSM yang memegang gambar karakter Yesus menjawab pendek dan positif.

• Tutup dengan lagu “Ayo Bertanya”.

3. Makna Aktivitas

Aktivitas “Kursi Bertanya” mengajarkan bahwa bertanya adalah tanda keberanian dan

keinginan untuk mengenal Tuhan lebih dalam, seperti Nikodemus yang datang kepada Yesus.

Anak-anak belajar bahwa Tuhan tidak marah saat mereka bertanya, dan orang dewasa di sekitar

mereka adalah sahabat yang siap membantu mereka memahami iman. Aktivitas ini membentuk

sikap terbuka, ingin tahu, dan percaya diri dalam pertumbuhan rohani sejak usia dini.

You Might Also Like

0 komentar